Jumat, 11 Februari 2011

PENDEKATAN KONSELING PSIKOANALISIS

A. Hakekat manusia

  1. Manusia cenderung pesimistik, deterministik, mekanistik dan reduksionistik
  2. Manusia dideterminasi oleh kekuatan-kekuatn irasional, motivasi-motivasi tidak sadar, kebutuhan-kebutuhan dan dorongan-dorongan biologis dan naluriah oleh peristiwa-peristiwa psikoseksual yang terjadi pada masa lalu dari kehidupannya
  3. Tingkah laku manusai :

a). ditujukan untuk memenuhi kebutuhan biologis dan insting-instingnya,

b). dikendalikan oleh pengalaman-pengalaman masa lampau dan ditentutkan oleh faktor-faktor interpersonal dan intrapsikis.

B. Perkembangan dan Pertumbuhan manusia menurut pandangan teori Psikoanalisis.

1. Pandangan tentang Kepribadian

Tingkatan Kesadaran dibagi menjadi 3 yaitu :

a). Kesadaran :

1). Tingkatan yang memiliki fungsi mengingat, menyadari, dan merasakan sesuatu secara sadar

2). Kesadaran ini memiliki ruang yang terbatas dan tampak pada saat individu menyadari berbagai stumulus yang ada disekitarnya.

b). Ambang sadar

1). Tingkatan kesadaran yang menyimpoan ide, ingatan, dan perasaan yang berfungsi mengantarkan ke tingkat kesadaran.

2). Bukan merupakan bagian dari tingkat kesadaran, tetapi merupakan tingkatan lain yang biasanya membutuhkan waktu beberapa saat untuk menyadari sesuatu

b). Ketidaksadaran

1). Tingkatan dunia kesadaran yang terbesar dan sebagai bagian terpenting dari struktur psikis, karena segenap pikiran dan perasaan yang dialami sepanjang hidupnya yang tidak dapat disadari lagi akan tersimpan di dalam ketidaksadaran.

2). Tingkah laku manusia sebagian besar didorong oleh perasaan dan pikiran yang tersimpan di tingkat ketidaksadaran ini.

2. Struktur Kepribadian

Kepribadian manusia terdiri atas tiga sub sistem, yaitu id, ego dan super ego dengan penjelasan sebagai berikut :

a). Id adalah sistem dasar kepribadian yang merupakan sumber dari dari pada segala dorongan instinktif, khususnya seks dan agresi

b). Ego merupakan aspek psikologis yang timbul karena kebutuhan individu untuk berhubungan dengan dunia realita

c). Super Ego merupakan sub sistem yang berfungsi sebagai kontrol internal, yang terdiri dari kata hati (apa yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan) dan Ego-ideal (apa yang seharusnya saya menjadi).

3. Dinamika Kepribadian

a). Psikoanalisis memandang bahwa organisme manusia sebagai sistem energi yang kompleks.

b). Energi beresal dari makanan (energi fisik) yang dapat berubah menjadi energi psikis

c). Dinamika kepribadian terdiri dari cara bagaimana energi psikis itu didistribusikan dan digunakan oleh id, ego, dan super ego

  1. Perkembangan kepribadian individu dari sejak lahir hingga dewasa terjadi dalam fase-fase :

a). Fase Oral

b). Fase Anal

c). Fase Phallis

d). Fase Latent

f). Fase Genital

C. Pribadi Sehat.

Berfungsinya kesadaran individu dalam berperilaku.

D. Pribadi yang Tidak Sehat

Tingkah laku bermasalah disebabkan oleh kekacauan dalam berfungsinya individu yang bersumber pada :

  1. Dinamika yang tidak efektif antara id, ego, dan super ego
  2. Proses belajar yang tidak benar pada masa kanak-kanak.

E. Kondisi Perubahan.

  1. Tujuan Konseling.

Secara Umum adalah :

Membantu klien untuk membentuk kembali struktur karakternya dengan mejadikan hal-hal yang tidak disadari menjadi disadari oleh klien.

Secara spesifik adalah :

a. Membawa klien dari dorongan-dorongan yang (ketidaksadaran) yang mengakibatkan kecemasan kearah perkembangan kesadaran intelektual

b. Menghidupkan kembali masa lalu klien dengan menembus konflik yang direpres

c. Memberikan kesempatan kepada klien untuk menghadapi situasi yang selama ini ia gagal mengatasinya.

2. Peran Konselor

a. Peran utama konselor dalam konseling ini adalah membantu klien dalam mencapai kesadaran diri, ketulusan hati, dan hubungan pribadi yang lebih efektif dalam menghadapi kecemasan melalui cara-cara yang realistis.

b. Konselor membangun hubungan kerja sama dengan klien dan kemudian melakukan serangkaian kegiatan mendengarkan dan menafsirkan.

c. Konselor memberikan perhatian kepada resistensi klien

d. Fungsinya adalah mempercepat proses penyadaran hal-hal yang tersimpan dalam ketidaksadaran.

3. Hubungan Konselor dan Klien

Dalam konseling psikoanalisis terdapat dua bagian hubungan konselor dengan klien, yaitu

1). Aliansi yaitu sikap klien kepada konselor yang relatif rasional, realistik, dan tidak neurosis (merupakan prakondisi untuk terwujudnya keberhasilan konseling).

2). Tranferensi :

a). Pengalihan segenap pengalaman klien di masa lalunya terhadap orang-orang yang menguasainya yang ditujukan kpd konselor

b). Merupakan bagian dari hubungan yang sangat penting untuk dianalisis

c). Membantu klien untuk mencapai pemahaman tentang bagaimana dirinya telah salah dalam menerima, menginterpretasikan, dan merespon pengalamannya pada saat ini dalam kaitannya dengan masa lalunya.

F. Mekanisme Perubahan.

Teknik-teknik konseling psikoanalisis diarahkan untuk mengembangkan suasana bebas tekanan. Dalam suasana itu klien menelusuri apa yang tepat dan tidak tepat pada tingkah lakunya dan mengarahkan diri untuk membangun tingkah laku baru.

Ada lima teknik dasar dalam konseling psikoanalisis, yaitu :

1. Asosiasi Bebas

Teknik pengungkapan pengalaman masa lampau dan penghentian emosi-emosi yang berkaitan dengan situasi traumatik di masa lampau : klien memperoleh pengetahuan dan evaluasi diri sendiri.

2. Interpretasi

a). Prosedur dasar yang digunakan dalam analisis mimpi, resistensi, dan transferensi

b). Penjelasan makna tingkah laku yang dimanifestasikan dalam mimpi, asosiasi bebas, resistensi, dan transferensi.

Rambu-rambu untuk interprestasi antara lain :

a). Interpretasi disajikan pada saat gejala yg diinterpretasikan berhubungan erat dengan hal-hal yg disadari klien.

b). Interpretasi dimulai dari permukaan menuju hal-hal yg dalam (dialami oleh situasi emosional klien).

c). Menetapkan resistensi atau pertahan-an sebelum menginterpretasikan emo-si atau konflik.

3. Analisis Mimpi

Teknik untuk membuka hal-hal yang tidak disadari dan membantu klien untuk memperoleh pemahaman terhadap masalah-masalah yg belum terpecahan.

4. Analisis Transferensi

Teknik mendorong klien untuk menghi-dupkan kembali masa lampaunya dalam konseling

Tujuan :

a). Klien memperoleh pemahaman atas pengalaman pengalaman tak sadar dan pengaruh masa lampau terhadap kehidupan sekarang;

b). Memungkinkan klien menembus konflik masa lampau yang dipertahankan hingga sekarang dan menghambat perkembangan emosinya.

  1. Analisis Resistensi

Resistensi adalah perilaku untuk mempertahankan kecemasan, menghambat pengungkapan pengalaman tak disadari menghambat jalannya atau proses konseling

Analisis Resistensi adalah teknik membantu klien agar menyadari alasan dibalik resistensinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar